Fast Response Contact : 083845238520

TIDAK PUNYA TUJUAN KARIR

Ibarat kita ingin berjalan, namun tidak memiliki tujuan yang jelas. Maka perjalanan kita akan “ngambang” mengikuti arus, kemana pun arus itu membawanya pergi. Hal inilah yang dapat membuat kita tidak memilki suatu karir utuh di satu bidang pekerjaan. Sering berpindah dari satu tempat kerja satu ke tempat kerja lain, bisa mengakibatkan kita “kehabisan waktu” karena seringnya berganti-ganti suasana kerja. Apalagi jika kita cenderung suka berganti bidang pekerjaan, dengan dalih “mencari yang lebih baik”, kita malah kehilangan kesempatan untuk mengasah karir di satu tempat, di satu bidang, di satu hal yang dimana, kita bisa lebih fokus dan konsentrasi disana.


SUSAH BANGUN PAGI

I overslept!

Gaya hidup cenderung membuat kita kehilangan waktu beristirahat di malam hari. Hal ini tentu akan membawa dampak yang kurang baik ketika bangun di pagi hari untuk mulai beraktifitas. Tidak hanya memberi pengaruh kurang baik terhadap kesehatan, namun juga dalam sifat dan karakter kita. Jangan sampai kita kehilangan gairah dan semangat dalam bekerja, karena perlu kita ketahui, bahwa perusahaan melalui pimpinan akan menilai kinerja kita, bukan hanya dari sisi hasil produktifitas kita bekerja, tapi juga performa dan aura personalisasi dari dalam diri kita.


SERING TIDAK TEPAT WAKTU

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” merupakan jargon klasik yang menjebak pemikiran kita, terutama apabila kita ingin menjadi seorang yang profesional. Ini adalah hal yang sangat sepele, namun tanpa kita sadari sering kita lakukan. Kebanyakan dari kita tentu tidak menyukai kegiatan “menunggu”,  jadi jangan biarkan orang lain atau pekerjaan menunggu untuk kita. Karena bisa saja, kesempatan yang seharusnya jatuh ke tangan kita malah jatuh ke tangan orang lain, dan pekerjaan atau jabatan yang seharusnya dipercayakan kepada kita, ternyata malah diamanatkan kepada orang lain.


KURANG MERAWAT DIRI

Dunia kerja adalah dunia tempat kita berjuang untuk menunjukan setiap hal terbaik yang ada dalam diri kita. Baik dari sisi luar maupun dari sisi dalam. Soal pendidikan, keterampilan dan pengalaman,merupakan faktor luar yang bisa kita dapat melalui perjalanan kisah dan urutan peristiwa dalam keseharian kita. Namun untuk merawat kebersihan, kerapian dan penampilan yang bisa membuat orang betah dan nyaman saat berada dekat dengan kita, itu adalah faktor dalam yang bersumber dari kepekaan juga dari seberapa besar kita peduli terhadap keadaan diri kita sendiri. Ini merupakan hal sepele yang masih dilupakan banyak, yang tanpa kita semua sadari, hal itu akan menjadi salah satu alasan utama, kenapa karir kita sulit atau bahkan tidak bisa berkembang .


SERING BERPIKIR NEGATIF

Sebagai makhluk sosial, tentu kita semua hidup di lingkungan yang penuh dengan warna dan drama. Ada sebagian yang berjalan sesuai alurnya, namun ada juga yang tiba-tiba berjalan tidak semestinya. Tidak ada yang tidak menyukai sebuah hadiah bukan? Tapi apakah ada yang menyukai ketika mendapatkan sebuah musibah? Hal sepele ini berujung pada jawaban tentang bagaimana kita berpikir, semakin sering kita berikir dari sudut pandang yang negatif, maka semakin sulit juga kita bisa diterima, tidak hanya urusan soal karir dan pekerjaan. Bahkan dalam kehidupan terdalam kita seperti soal persahabatan, asmara dan juga dalam lingkup sosial lainnya.


MENCAMPUR HAL PRIBADI DENGAN PEKERJAAN

Perusahaan di bidang apapun tidak menginginkan kehilangan waktu efektif yang dimiliki oleh pekerjanya karena karyawan yang tidak produktif. Perlu di ingat dan penting untuk diketahui, bahwa dunia kerja adalah ajang kompetisi dimana mereka yang memiliki etika, loyalitas dan komitmen untuk bersama-sama memajukan sebuah perusahaan, dialah yang akan keluar sebagai “karyawan terbaik” dengan bonus karir yang cemerlang. Jadi jangan biarkan soal asmara, hutang piutang, hewan peliharaan dan segala urusan pribadi mempangruhi efektifitas kinerja kita. Jadilah pribadi yang profesional dengan mengerti, mana yang harus di prioritaskan.


KURANG BISA MENGATUR WAKTU

Disiplin adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam proses menuju sebuah keberhasilan, terutama dalam hal karir dan prestasi. “Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, namun untuk dipatuhi, dijalankan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati” begitulah seharusnya sebuah slogan berbunyi. Ini adalah hal yang sederhana jika kita bisa mengawalinya dengan mengatur waktu. Jangan rusak waktu kita bersama keluarga, hanya karena kita masih ingin mendownload sebuah film melalui koneksi Wi-Fi di kantor, begitu juga sebaliknya. Sepele memang, tapi fatal jika kita terus mengabaikan hal ini menguasai alur waktu dari kehidupan kita.


TERLALU PANJANG ANGAN-ANGAN

Manusiawi jika kita selalu menginginkan kehidupan yang lebih sempurna. Mulai dari rumah yang lebih baik atau kehidupan masa tua yang mulia dan sejahtera. Hal tersebut sangat dianjurkan sebagai pemicu semangat dan motifasi. Namun perlu di ingat, bahwa kita bukan Tuhan yang bisa menetapkan hal itu pasti terjadi. Cukup menjadikan setiap hari kita bermakna dengan menjadi orang yang bermanfaat, selalu menebar keramahan dan menghindarkan diri dari hal-hal yang cenderung merugikan, minimmati sebuah proses sebagi bagian dari sebuah pencapaian akan membawa kita pada kedamaian hidup yang lebih hakiki. Bukankah kesuksesan besar itu adalah kumpulan dari kesuksesan kecil, jika kita pikirkan secara logika, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu yang besar, jika terhadapa yang kecil saja kita sering terlewatkan.


Copywright April, 2017 by tim redaksi NCL Madiun

Pin It on Pinterest

Chat WhatsApp
Lewat ke baris perkakas