Fast Response Contact : 083845238520

NCL MADIUN, FEBRUARI 2018 – Menjelang Ujian Nasional, sekian banyak pelajar tingkat SLTA sederajat di seluruh wilayah Indonesia, mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi fase dunia baru, pasca kelulusan nanti. Diantara mereka ada yang bercita-cita ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan program pendidikan D3/S1, ada yang memilih mengikuti program pelatihan kerja berjenjang Diploma 1 Tahun, bahkan tidak sedikit, yang berharap bisa langsung masuk di dunia kerja, membangun karir demi masa depan yang lebih baik. Ada sebuah fenomena baru yang merebak di tengah masyarakat, tentang peluang kerja bagi lulusan SLTA sederajat dengan gaji bersih minimal 10 juta rupiah per bulan.


Namun, kesadaran para pelajar tentang wawasan dan fakta yang ada di lapangan, seringkali membuat mereka bingung dalam menentukan pilihan, bahkan tidak sedikit juga yang pada akhirnya salah menentukan arah, sehingga tidak mendapatkan hasil yang di inginkan. Melalui artikel yang disusun oleh tim redaksi NCL MADIUN, berikut ini akan di paparkan beberapa informasi sebagai bahan referensi, sekaligus sumber inspirasi untuk menentukan tujuan dan cita-cita hidup di masa yang akan datang.


Dikutip dari portal informasi republika.co.id, dalam sebuah artikelnya yang berjudul “Bali Canangkan 1000 Lulusan SMK Bekerja Di Kapal Pesiar”, memberikan informasi kepada kita bahwa “Pemerintah Provinsi Bali mencanangkan penyerapan seribu tenaga kerja lokal lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) per tahun untuk bekerja di kapal pesiar mulai 2018. Hal ini bertujuan memutus rantai kemiskinan di Pulau Dewata.” Jika kita mampu menyerap inti dari makna melalui sepenggal artikel tersebut dapat disimpulkan betapa peluang bekerja dan berkarir di kapal pesiar bisa jadi merupakan peluang terbaik yang bisa diperoleh generasi milenial saat ini.


Dari berbagai sumber yang diperoleh tim redaksi NCL MADIUN melalui testimoni ratusan alumninya, serta beberapa hasil riset dan survey yang dilakukan bersama instansi kedinasan menyimpulkan bahwa isu peluang tersebut memang benar adanya. Para lulusan SLTA sederajat (SMA-SMK-MA) yang berkesempatan bisa membangun karir dengan bekerja di perusahaan-perusahaan kapal pesiar ini mendapatkan fasilitas yang bisa dibilang fantastis dan tidak mungkin di dapatkan dengan peluang kerja di Indonesia dengan level lulusan SLTA yang tersedia saat ini. Hal ini bisa langsung diukur melalui gaji dan pendapatan yang mereka hasilkan, pasalnya saat bekerja di Kapal Pesiar, para karyawan mendapatkan upah gaji dengan nilai US Dollar, bisa Anda bayangkan, jika nilai tukar US Dollar ke Rupiah mencapai kisaran angka Rp. 13.000 per 1 Dollarnya, berapa yang bisa dapatkan jika setiap bulan gaji berkisar antara USD.850 s/d USD. 3000 (tergantung posisi dan jabatan kerja), itu artinya gaji yang bisa mereka terima dalam rupiah berkisar antara Rp. 11.050.000 – Rp. 39.000.000 per bulan. Sebuah nilai yang fantastis bukan, mengingat mereka hanya berbekal ijasah SLTA sederajat!


Gaji besar yang mereka peroleh pun masih ditambah dengan fasilitas karir berstandar internasional dan juga kesempatan berwisata keliling dunia secara gratis! Hal ini wajar karena bekerja di sebuah Kapal Pesiar berarti bekerja di sebuah kapal wisata kelas dunia dengan tujuan destinasi wisata di beberapa tempat wisata fenomenal yang ada di beberapa penjuru dunia.


Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah, jika peluang kerja dan karir ini begitu menariknya memberikan berbagai fasilitas, lantas mengapa masih sedikit orang indonesia terutama generasi muda yang ingin mengambil kesempatan ini? Hal tersebut dijawab oleh Bapak Budi Nurcahyo, sebagai Staff Humas NCL Madiun “Bekerja di Kapal Pesiar itu memerlukan perjuangan, jika kita melihat generasi indonesia sekarang yang katanya “generasi kekinian”, rasanya kesadaran tentang sebuah sukses dan keberhasilan yang muncul melalui sebuah proses dan perjuangan itu sebatas hanya menjadi sebuah slogan, belum menjadi tindakan”, disambung juga oleh Bapak Budi melalui sesi wawancara ketika ditemui dalam sebuah pameran pendidikan di wilayah Ponorogo, Jawa Timur beliau menyampaikan bahwa “sejatinya bekerja di kapal pesiar itu sangat mudah, yang terpenting adalah orang tersebut memiliki komitmen, bukan hanya sekedar kemauan, komitmen disini artinya adalah suka dan duka selama menjalani proses dilakukan dengan ikhlas, yakin dan sepenuh hati, tidak mudah menyerah sebelum mencapai apa yang dituju”.


Bersambung, Wawancara Ekslusif tentang Alur Dan Proses Menjadi Karyawan Dan Bekerja Di Kapal Pesiar..

Pin It on Pinterest

Chat WhatsApp
Lewat ke baris perkakas