Fast Response Contact : 083845238520

NCL MADIUN, Maret 2018 – Tergabung sebagai karyawan di sebuah Hotel Ternama berbintang 4 di Kota Madiun, putra daerah asli kelahiran Kabupaten Madiun ini, menyempatkan diri untuk berbagi wawasan dan pengalaman, seputar perjalanan karirnya di dunia perhotelan, bersama tim redaksi saat berkunjung ke Kampus NCL Madiun. Remaja kelahiran Madiun, bernama lengkap Sigit Anang Wahyudi, atau yang biasa disapa Mas Sigit ini, telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kerja di Sekolah Perhotelan Kapal Pesiar NCL Madiun, Tahun Angkatan 2016-2017. Pria kelahiran Madiun 19 Januari 1998 di desa Winong Kecamatan Gemarang ini, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya, karena telah memulai menapaki karir, di dunia perhotelan dengan penghasilan setara level manager, berikut hasil perbincangan tim redaksi NCL Madiun bersama mas Sigit Anang Wahyudi dalam artikel Kabar Alumni.


SMKN 1 Gemarang Kabupaten Madiun, yang terletak di daerah Saradan, kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun perlu bangga dengan siswa didiknya. Bagaimana tidak, sekolah yang masih belum lama berdiri ini, telah banyak meluluskan siswa-siswi dengan sederetan prestasinya. Salah satunya adalah Mas Sigit, siswa yang dulunya ada di kejuruan Otomotif (Teknik Kendaraan Ringan), melalui rekomendasi dari Ibu Novi (Guru BK), melanjutkan pendidikan di NCL Madiun, Sekolah Perhotelan Kapal Pesiar Terbaik, Terbesar dan Terfavorit. “Dulu sebenarnya saya bercita-cita ingin menjadi polisi, tapi tidak bisa diterima lantaran saya sudah pernah terlanjur menindik telinga, saya menyesal sampai sekarang, sempat putus asa sih, bingung nanti kalau besar mau kerja apa, untungnya saya ketemu NCL Madiun, seperti mendapatkan kesempatan kedua, saya merubah hidup saya, di motivasi oleh bapak-ibu guru saya dan sering konsultasi dengan dosen-dosen di NCL Madiun, Alhamdulillah, ya beginilah saya sekarang ini” ujarnya sambil di iringi senyum dan tawa.


Saat ditanya lebih jauh tentang alur dan prosesnya, mulai dari awal mengenal dunia perhotelan, pria yang mengambil jurusan departemen Food and Beverage Service di NCL Madiun ini bercerita, “Ya, memang banyak sih sekolah-sekolah sama universitas-universitas gitu yang promosi di sekolah saya, cuma saya pilih yang biayanya paling ringan, jujur saya waktu itu belum tau, kalau ternyata NCL Madiun itu adalah Sekolah Perhotelan Terbaik dan Terfavorit, bahkan saya juga ndak tau, apa itu Perhotelan, apa lagi Kapal Pesiar! Nah, setelah waktu itu dijelaskan di kelas (presentasi), saya jadi tertarik, terus cari informasi, terus minta ijin ke orang tua. Untungnya waktu itu, tetangga saya ada namanya Mas Nur Kholis, dia juga Alumni NCL Madiun yang sudah bekerja di Kapal Pesiar. Nah, dari cerita-cerita Mas Nur Kholis itulah saya jadi terinspirasi sampai akhirnya saya daftar dan ikut pendidikan di NCL Madiun


Melanjutkan sesi ngobrol santai, Mas Sigit yang pernah mengikuti On The Job Training, di Hotel Verwood Surabaya dan Harris Batam Center ini, mengaku senang sekali bekerja di lingkungan perhotelan, “ini jujur ya mas, tadinya bayangan saya kalau kerja di Hotel itu kayak banyak hal-hal negatifnya, terus juga gajinya sedikit, dan biasanya kan orang-orang yang kerja di hotel itu kan pasti ganteng-ganteng, cantik-cantik, putih-putih, sedangkan “aku ki opo to mas, mung cah ndeso” (saya ini siapa sih? cuma orang desa, terjemahan bahasa jawa, red). Tapi setelah saya mengalami sendiri, “edian tenan pokok e” (gila banget pokoknya, terjemahan bahasa jawa menggambarkan rasa kagum, red) saya rata-rata setiap bulan itu, bisa dapat uang 4 sampai 5 juta, bersih lo itu mas! “Wes oleh mangan nang hotel sedino pindo, oleh panggonan mess, nompo uang tips bendino, pokoke wes puenak banget!” (Sudah dapat makan di hotel sehari 2 kali, dapat tempat tinggal, dapat uang tips setiap hari, pokoknya enak banget! terjemahan bahasa jawa, red.)

 


Saat ditanya mengenai meningkatkan karir ke Kapal Pesiar, Mas Sigit dengan gurauan khasnya menjawab, “saya tidak buru-buru ingin ke kapal pesiar, mau cari pengalaman yang lebih tinggi lagi sambil ngumpulin uang untuk proses dokumen nanti mas, toh juga di NCL Madiun bisa sewaktu-waktu, kapan pun bisa kalau mau ke kapal pesiar, tinggal WA (WhatsApp) sama Pak Dar, hehehe”

Sebelum mengakhiri sesi obrolan santai, bersama tim redaksi, Mas Sigit juga menyampaikan kesan yang di dapat dari pengalaman, Mas Sigit pun dengan antusias berbagi tips kepada calon-calon hotelier, khususnya kepada calon adek-adek tingkat di NCL Madiun. “Berkarir dan memiliki pekerjaan di dunia perhotelan itu benar-benar menyenangkan, dan menjadi pengalaman terbaik, untuk saya hingga saat ini. Saya jadi bisa merantau keluar dari Madiun, ke Surabaya, ke Batam dan ke kota-kota lain di wilayah Indonesia. Saya juga punya banyak teman sesama orang hotel dari berbagai wilayah di Indonesia, namun saya berpesan buat adek-adek kelas yang mau masuk ke NCL Madiun, pesan saya sebenarnya cuma 1. Serius! Udah itu aja, kalau apapun kalau kita ndak serius, terus dibuat mainan, jangan harap terus bisa sukses. Apalagi dunia kerja, kalau udah masuk dunia kerja terus dibuat mainan, kalau kata orang jawa itu bilangnya “nyepelekne”, ya sudah, mending jangan masuk ke perhotelan”


 

Pin It on Pinterest

Chat WhatsApp
Lewat ke baris perkakas